Punya Rumah di Umur 30 Tahun Bukan Angan Lagi. Asal Kamu Tahu 8 Tips Ini!

Memiliki rumah sendiri bukan cuma soal memenuhi kebutuhan, tapi juga tentang pencapaian yang menandakan kemandirian. Tapi sayang, untuk mewujudkannya kamu sering merasa kesulitan. Ada saja kendala, mulai dari gaji yang dirasa kecil dan sulit untuk menabung, sampai harga rumah yang terus melambung.

Padahal asal kamu punya tekad yang kuat, dan berusaha lebih giat. Ada banyak cara yang bisa kamu pilih untuk mulai mewujudkannya, entah melalaui program Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) atau dengan cara mandiri.

Bermimpi punya rumah sendiri di umur 30 nanti? Kamu bisa coba 8 cara ini.

1. Jangan tunda membeli rumah. Cari tahu dari umur berapa kamu sudah bisa ikut KPR

Mumpung masih muda via amorez.com

Karena rencana atau keputusan untuk membeli rumah itu perlu tekad yang bulat, kamu harus tanamkan niat dalam diri untuk tidak menundanya. Mumpung usiamu masih tergolong produktif. Mumpung kamu juga belum terbebeni dengan biaya-biaya lain. Perihal mencari informasi, mulai dari tipe rumah dan lokasi rumah yang sekiranya cocok dengan kemampuanmu, sampai tentang batas minimal usia jika kamu ingin mengikuti program KPR, harusnya kamu sudah lakukan.

Dikebanyakan bank, di usia 21 tahun kamu bisa mulai ikut program KPR, asalkan pekerjaanmu pun sudah tetap, sebagai jaminan kelancaran proses cicilan selanjutnya. Pastikan juga kamu sudah memiliki dana untuk pembayaran awal. Kalau memang dana awalnya belum tersedia, seenggaknya kamu harus menabung penghasilanmu dari sekarang juga. Oke!

2. Gajimu masih di bawah 4 juta? Kamu tetap bisa punya rumah lewat KPR sejahtera

Kendala paling besar adalah keluhan gaji yang menurutmu masih terlalu kecil. Biasanya hal ini dialami pekerja muda yang berpenghasilan masih di bawah 4 juta. Perasaan khawatir tidak bisa memenuhi syarat membuatmu susut sebelum mencari tahu atau mencobanya. Padahal, ada loh program KPR sejahtera yang memang dikhususkan buat kamu yang gajinya di bawah 4 juta.

KPR sejahtera ini tak lain dari program subsidi pemerintah yang bekerja sama dengan Kementrian Perumahan Rakyat (Kemenpera). Jadi harga rumah yang harus dibayar memang lebih murah, karena kamu akan mendapakan bantuan mulai dari down payment (DP) tambahan dari pemerintah, sampai pemangkasan bungan KPR yang bisa mencapai 2,5% per tahunnya. Semisal harga rumahnya mencapai 300 juta ke atas, kamu cukup membayarnya sekitar 125 juta. Oh iya, KPR sejahtera ini memang dikhususkan buat kamu yang baru pertama kali membeli rumah.

3. Investasi bisa bantu cicilan rumahmu aman. Kalau masih kagok main saham dan obligasi kamu bisa mulai dari investasi barang

Kamu tidak ingin keteteran saat memasuki proses pencicilan KPR? Ada baiknya kamu sudah harus mencoba berinvestasi sedini mungkin. Investasi juga bisa dalam bentuk apapun, tidak selalu berbentuk saham atau lewat program yang disediakan bank. Tetapi bisa saja berupa barang-barang kesukaanmu yang memiliki kemungkinan nilai jual cukup tinggi. Selain membantu cicilan, investasi pun bisa jadi alternatif lain selain menabung uang biasa untuk modal awal pembayaran KPR.

4. Kalau tabungan uang dirasa kurang menguntungkan. Kenapa nggak mulai menabung emas yang bisa diandalkan?

Sebenarnya tabungan uang memang nggak bisa kamu jadikan jaminan. Kendala seperti mudahnya menarik tunai kapan dan dimanapun, atau tidak ada keuntungan lain yang bisa kamu dapat, malah uangmu tiap bulan masih harus kena potongan bunga. Kenapa kamu nggak mulai mempertimbangkan untuk menabung dalam bentuk emas?

Menabung emas sebenarnya salah satu bentuk dari investasi. Mengingat harga emas selalu naik dan turun. Kamu bisa memulai pembelian saat harga emas di pasaran turun, sedangkan penjualannya dilakukan saat harganya melonjak tinggi. Kamu juga nggak perlu khawatir menabung emas secara mandiri, karena sekarang bank-bank swasta atau pemerintah menawarkan investasi dalam bentuk emas.

5. Nggak mau beli rumah lewat KPR? Cicil saja mulai dari membeli sebidang tanah, baru setelah itu membangun sebuah rumah

Mungkin ada juga dari kamu yang tidak ingin mengikuti program KPR, karena dinilai terlalu ribet. Kamu bisa mulai mencicilnya dengan mebeli sebidang tanahnya saja. Harga tanah tanpa bangunan pastinya pun akan lebih murah, dan kalau bisa kamu juga mencarinya di daerah pinggiran. Lokasi tanah seperti berada di pinggir jalan atau masuk ke dalam pemukiman juga menjadi penentu harga per meternya.

Kalau misalnya harga per meternya 600.000, sedangkan luas tanah 150 meter, harga yang perlu kamu hanya bayar 90 juta. Tanah seluas itu bisa untuk satu rumah dengan ukuran sedang, dan dana pembangunan yang kamu keluarkan mulai dari 100 sampai 150 juta.

6. Cari rumah di daerah kampung yang lebih murah. Harganya bisa 20% lebih murah dari perumahan

Biaya pemasaran menjadi beban tambahan untuk rumah di perumahan. Karena itu, sebagai alternatif lain kamu bisa mencari rumah di pemukiman biasa. Selain lebih ramah di kantong, suasana lingkungan di pemukiman biasa memberikan pengalaman bermasyarakat yang lebih luas.

Kalau di perumahan biasa kamu mengeluarkan uang senilai 250-300 jt lebih untuk rumah ukuran kecil. Sedang di pemukiman biasa kamu memungkinkan mendapat rumah dengan harga yang sama tapi ukuran bisa lebih besar.

7. Menunggu sampai tabunganmu cukup untuk membeli rumah cash, jangan malu untuk menumpang di rumah orangtua

Tinggal sama orangtua via www.popsugar.com

Nggak adanya tanggungan bunga per bulan atau per tahun seperti sistem kredit, membuat rumah yang dibayar cash lebih murah. Karena itu, akhirnya kamu pun berencana membeli rumah secara langsung setelah tabunganmu benar-benar cukup. Kalau tempat kerjamu masih satu kota dengan rumah orang tua, meski lokasinya cukup jauh lebih baik kamu tetap tinggal satu rumah sambil menunggu modal pembelian rumah. Tapi kalau kamu kerja beda kota dengan orang tua, nggak ada salahnya kamu mencari sanak keluarga yang bisa dimintai tolong menampungmu sementara waktu.

8. Demi rumah impian, gaya hidup haru kamu koreksi. Jangan sampai gajimu habis hanya untuk jajan dan nongkrong sana-sini

Nggak ada gaji yang nggak cukup, kalau saja kamu memperhatikan gaya hidup. Daripada uangmu habis hanya untuk nongrong di kedai terlalu sering atau mengikuti trend yang ada. Kamu harus tegas pada diri sendiri untuk mengencangkan ikat pinggang. Kurangi kebiasaan ngongkrong dengan temanmu, yang biasanya seminggu sekali bisa sebulan dua kali. Biasakan untuk tidak mudah tergiur barang baru, misal kalau HP lama masih cukup baik untuk digunakan kenapa harus beli yang baru. Sebisa mungkin juga 30-50% dari gaji harus kamu tabung.

Gaji kamu 2.5 juta per bulan, disisihkan 40% berarti 1.000.000 per bulan.

Dalam 5 tahun ke depan tabunganmu 60 juta.

Kalau kamu ingin mengikuti KPR, jumlah itu sudah lebih dari cukup untuk modal awal.

Bagaimana, sudah bulat tekadnya untuk memiliki rumah impian? Jangan tunda ya, guys!

sumber

Categories: Informasi Umum | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: