Cara Asik Belajar Algoritma Pemrogaman Lebih Jelas ? Bagian 1

belajar algoritma pemrogamanSalam, dalam artikel sebelumnya saya telah membahas Hal-hal yang perlu dikuasai sebelum memulai belajar programming. Diantaranya adalah mempelajari Algoritma nya (termasuk didalamnya logika matematika).

Sudah dijelaskan sebelumnya bahwa Algoritma adalah bentuk/pola/cara/ilmu yang mampu menerjemahkan bahasa manusia ke dalam bahasa koding atau bahasa pemrogaman. Mengapa harus diterjemahkan?

Baiklah kita ambil contoh seperti ini, suatu saat bertemulah dua orang dari bangsa yang berbeda, yang satu adalah asli Indonesia, dan yang satu lagi adalah seorang yang asing, dari negara antah berantah. Mereka mencoba berkomunikasi dengan bahasa negaranya masing-masing, apa yang terjadi? Namun beda halnya ketika dua orang dari negara yang berbeda ini menggunakan bahasa yang sudah menjadi standar internasional, bahasa Inggris.

Begitu juga halnya dengan algoritma pemrogaman. Yang biasanya dikuasai betul oleh para programmer. Sehingga Anda yang calon programmer camkanlah dalam hati Anda! Waspadalah! Waspadalah!

Algoritma Oh Algoritma

Algoritma ditemukan seorang ilmuwan Muslim yang luar biasa, Abu Ja’far Muhammad Ibnu Musa Al Khwarizmi, beliau adalah seorang ilmuwan, seorang ahli matematika, astronomi, astrologi, dan juga geografi. Beliau lahir di tahun 780 dan wafat sekitar 850-an. Beliau adalah penemu angka NOL, penulis buku Al-Jabar, membahas solusi sistematik dari linear dan notasi kuadrat, yang setelah 500 tahun kemudian baru dimanfaatkan secara maksimal oleh orang-orang Barat (Eropa dan Amerika), diperkenalkan sebagai Sistem Penomoran Posisi Desimal. Pondasi komputasi dan teknologi modern.

Susah sekali dibayangkan jika Al Khwarizmi tidak menemukan angka NOL, dan dunia saat ini masih menggunakan penomoran Romawi kuno. Apa jadinya… Menulis tanggal kelahiran saya pasti akan sangat sulit sekali😀.

Karena begitu susahnya orang Barat menyebut nama Al Kwarizmi sehingga orang barat menyebut Al Khwarizmi menjadi Algorism, dan lambat-laun namanya berubah menjadi Algorithm dan kemudian diserap dalam bahasa Indonesia menjadi Algoritma.

Dalam praktiknya algoritma digunakan sebagai suatu urutan langkah-langkah (intruksi maupun aksi) yang terbatas, digunakan dalam menyelesaikan suatu permasalahan. Sehingga secara utuh algoritma merupakan suatu ilmu yang mempelajari cara penyelesaian masalah berdasarkan langkah-langkah terbatas, logis dan sistematis dengan tujuan tertentu.

Okelah, baik, itu memang terdengar rumit, tapi lihat contohnya terlebih dahulu. Teori memang seringkali terdengar rumit, karena pada dasarnya setiap teori itu pun berasal dari suatu experiment, praktik.

Saya mengambil sebuah kasus, diambil dari salah satu modul algoritma buatan dosen di salah satu universitas di Indonesia, yakni Pak Romzi saya kutip kembali di sini.

Contoh Kasus Belajar Algoritma

Permasalahannya adalah seperti ini :

Ada dua buah gelas kosong, kita berikan namanya gelas A dan gelas B. Gelas A kita isikan air kopi ke dalamnya, kemudian gelas yang B kita isikan air teh ke dalamnya. Sehingga saat ini kondisinya Gelas A berisi air kopi dan Gelas B berisi air teh. Lalu pertanyaannya adalah adalah, silahkan tukarkan isi gelas A ke Gelas B, sehingga gelas A yang tadinya berisi air kopi berubah menjadi air teh, dan gelas B yang tadinya berisi air teh berubah menjadi Air kopi. Kurang lebih pertanyaannya adalah bagaimana memindahkan isi gelas B ke gelas A, dan sebaliknya?

Solusinya adalah …

Untuk menukarkan isi dari Gelas A ke Gelas B diperlukan satu gelas tambahan, anggap saja gelas C. Yang mana gelas C ini akan digunakan sebagai tempat penampungan sementara. Sehingga jika isi gelas A ingin di tukar ke gelas B, begitu juga sebaliknya, urutannya adalah sebagai berikut.

  1. Pindahkan isi gelas A (berisi Air kopi) ke gelas C (gelas kosong), sehingga gelas A menjadi kosong dan gelas C berisi air kopi
  2. Pindahkan isi gelas B (berisi air teh) langsung ke gelas A (gelas kosong), sehingga gelas A berisi air teh dan gelas B menjadi kosong.
  3. Pindahkan isi gelas C (berisi air kopi) ke gelas B (gelas kosong), sehingga gelas C menjadi kosong dan gelas B berisi air kopi.

Algoritma harus dijelaskan sangat rinci dan jelas.

Berikut penyelesaian dalam algoritmanya …
Algortima Tukar_Isi_Gelas

Deklarasi

  • Terdapat dua gelas (gelas A dan gelas B), gelas A berisi Kopi dan gelas B berisi Teh.
  • Siapkan gelas tambahan, yakni gelas C, untuk penampungan sementara

Deskripsi (penyelesaian)

  1. Tuangkan isi gelas A ke gelas C
  2. Tungkan isi gelas B ke gelas A
  3. Tuangkan isi gelas C ke gelas B

Begitulah contoh penyelesaian menggunakan algoritma. Di pertemuan selanjutnya kita akan lebih menukik lagi, lebih mendalam lagi. Asik kan ?

Categories: Software | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: