Inilah Jenius Dibalik Youtube-nya Tiongkok

Youkou adalah Youtube-nya Tiongkok, Sekaligus Merupakan Pesaing Utama Youtube. Inilah Profil Pendiri Youkou, Victor Koo, Jenius Dibalik Youtube-nya Tiongkok.Victor Koo mendirikan Youku pada tahun 2006. Hingga saat ini, Youku jadi media penyiaran online terbesar di Tiongkok. Ada beberapa hal yang membuat profil seorang Victor Koo sangat penting untuk diikuti. Terutama prinsip-prinsip yang ia anut dalam bisnis.

Menciptakan perubahan yang berarti

Sepintas Youku memang hampir sama dengan Youtube. Bahkan namanya pun berima sama. Akan tetapi, pada kenyataannya, keduanya sangat berbeda. Nama Youku sendiri sudah memiliki arti yang benar-benar berbeda. Ia berarti ‘whats cool’ dalam bahasa Tiongkok.

“Jika Youku mengadopsi model bisnis Youtube, maka kita tidak akan ada di sini. Lebih dari separuh video di Youtube, dibuat oleh pengguna,” katanya. “Artinya sebagian besar orang menonton video tentang kucing. Dan Anda tidak akan bisa membangun bisnis yang serius di antara video kucing.”

Youku memang mengawali perjalanan mereka dengan menampung konten user-generated, seperti Youtube. Akan tetapi, mereka kemudian pivot ke arah video lisensi dari lebih 1500 konten partner, termasuk stasiun televisi, distributor, dan film production yang secara rutin upload media ke website mereka.

Basis data mereka terdiri dari film-film panjang dan episode TV. Sehingga seringkali mereka berbenturan dengan masalah lisensi. Batasan hak cipta di Tiongkok yang lemah membuat film-film ini bisa dengan bebas ditonton di internet. Beberapa media bahkan diblok di beberapa negara karena masalah lisensi. Maka, pada bulan Januari 2010, mereka menerapkan teknologi digital fingerprinting yang memungkinkan mereka menyingkirkan konten yang melanggar hak cipta dari website mereka.

Carilah ilmu sampai ke negeri seberang, namun jangan lupa untuk kembali

Victor Koo adalah ‘Haigui’ yang paling terkenal di Tiongkok. Haigui adalah abreviasi dari kura-kura laut yang harus mengelilingi samudra untuk kembali ke pantai asal mereka. Maka, Haigui adalah ungkapan bagi mereka yang kembali ke negara asal setelah belajar dari luar negeri selama bertahun-tahun. Victor Koo, adalah lulusan dari Universitas Berkeley dan Stanford Business School. Ia menganggap serius pendidikannya. Baginya, lingkungan kuliah sangat berjasa membentuknya seperti sekarang. Lingkungan bisnis yang bebas dan terbuka memungkinkannya untuk belajar dari banyak entrepreneur dan pemodal ventura. “Inilah yang jadi alasan utama saya lebih memprioritaskan bekerja di perusahaan entrepreneur sejak saya lulus.”

Maka, ketika menjabat di Sohu, hanya dalam 5 tahun, ia berhasil mengantarkan Sohu dari perusahaan startup ke internet properties terbesar di Tiongkok. Pengalaman inilah yang kemudian ia bawa dengan mendirikan Youku. Hanya dalam 5 tahun pula, mereka berhasil menarik 150 juta kunjungan unik per bulan.

Lingkungan yang mendukung di Tiongkok

Pemerintah Tiongkok memblok Youtube. Akibatnya, bermunculanlah versi tiruan kecil-kecilnya, yang secara langsung menyasar pada pasar Tiongkok. Dan tiruan-tiruan ini berkembang dengan sangat pesat. Misalnya Youku. Pada 2009, Youku berhasil mencatatkan profit sebesar 200 juta RMB. Ketika melantai di bursa saham New York pada 2010, mereka berhasil meraih kapitalisasi pasar senilai 3,3 miliar dolar Amerika. Angka ini mungkin masih berbanding pucat jika dibandingkan dengan Apple (249 miliar) akan tetapi dua kali lipat daripada AOL yang dulu pernah berjaya.

Video online melakukan penetrasi di Tiongkok dan Amerika Serikat pada tahun yang sama, yakni sekitar 2005. Akan tetapi, audiens Amerika Serikat hingga saat ini masih terikat dengan jaringan tv kabel. Ada 300 miliar aset yang terikat di dalamnya. Hal ini membuat orang-orang susah move on ke media online. Sedangkan di Tiongkok, pasar sangat terbuka. Minat menonton televisi mereka rendah. Sehingga industri bisa dengan mudah setuju untuk melisensi pertunjukan mereka dengan Youku. Apalagi dengan statistik mereka saat ini, 260 juta pengunjung unik dengan rata-rata kunjungan 1 jam. Inilah yang membuat Victor Koo optimis bahwa Youku adalah solusi dari pembajakan. “Kenapa membayar untuk membeli DVD bajakan jika Anda bisa menonton dengan gratis?” katanya.

Bisnis itu harus menghasilkan profit. Jika tidak, maka namanya adalah yayasan sosial

Sudah jadi rahasia umum bahwa model seperti Youtube dan Youku bukanlah model yang bisa dengan mudah dimonetisasi. Satu-satunya website video-sharing yang memiliki sumber profit yang jelas adalah Hulu, dimana pemegang saham mereka termasuk Disney dan NBC dan pengguna harus berlangganan sebelum bisa nonton video di dalamnya. Maka, Anda harus bersikap sangat kreatif untuk menghasilkan uang. “Kami memang tidak profitable, ” kata Koo. “Tapi revenue kami tumbuh dengan cepat daripada biaya sehingga kami melihat jalur yang jelas untuk mencapai profit.”

Solusi yang ia lihat di Youku adalah ruang yang luas untuk pendapatan advertising. “Di Amerika Serikat, mesin pencari adalah raja karena orang-orang sudah tahu apa yang mereka cari. Brand sudah ada di sana sejak lama. Tapi tidak di Tiongkok. Video sangat penting. Anda tidak bisa sekedar menyiarkan branding melalui banner teks dan gambar.” Maka di Youku, mereka menyiarkan satu menit advertising per jam.

Sehingga, tantangan yang mereka hadapi adalah bagaimana meningkatkan prestise di tengah rapatnya persaingan berebut pasar di Tiongkok. Jawabannya, pada tahun 2012, mereka merger dengan Tudou, salah satu kompetitor mereka. Pada saat itu, Youku memiliki 21,8 persen marketshare, menempati posisi #11. Sedangkan Tudou 13,7 persen di posisi #14. Penggabungan kedua perusahaan ini secara otomatis menciptakan situs video terbesar di Tiongkok. Nama bendera barunya adalah Youku Tudou.

Nah Sobat Studentpreneur, dari Victor Koo kita bisa belajar bagaimana membangun bisnis yang berarti. Bagaimana dengan bisnis Anda? Mari berdiskusi di kolom komentar!

SUMBER!

Categories: Technopreneurship | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: