Wisata Alam : Air Terjun Sampuran Widuri Serdang Bedagai

Sampuran Widuri adalah nama yang indah seindah tempatnya. Udara nan sejuk menambah betah berlama-lama menikmati sampuran ini. Objek yang sangat mempesona ini bak lukisan hidup yang tiada bandingnya.

           Sampuran Widuri yang berada di Dusun III, Desa Dolok Merawan,  Kecamatan Dolok Merawan, tepatnya di Kampung Rebah. Sampuran Widuri mempunyai ketinggian sekitar 35 meter.   Obyek wisata ini di kelola oleh yang punya lahan bekerja sama dengan Desa Dolok Merawan. Untuk menuju air terjun ini sangatlah mudah, dari Simpang Baja Lingge hanya berjarak sekitar 1,5 km. Sayangnya angkutan umum tidak ada menuju ke lokasi. Pengunjung bisa menyewa ojek yang sengaja parkir di simpang dengan harga sekitar Rp.10.000. sekali jalan. Bagi pengendara sepeda motor atau yang menaiki kenderaan pribadi bisa langsung masuk ke lokasi dekat dengan air terjun. Setiap pengunjung yang ingin melihat air terjun atau trekking dikenakan biaya sebesar Rp.2.500/ orang sudah termasuk biaya parkir, sesuai dengan Perdes Dolok Merawan No.01 Tahun 2006. Air Terjun ini mengingatkan penulis pada air terjun Lembah Anai yang berada di jalan lintas Bukitinggi – Padang. Hanya saja jarak tempuh agak berbeda. Air Terjun Lembah Anai berada pada di jalan Lintas sehingga pengunjung dapat menikmati air terjun dari kendaraan, sedangkan Sampuran Widuri pengunjung harus ekstra trekking untuk menuju Air Terjun. Sebenarya bagi eksplorer sejati Sampuran Widuri lebih punya nilai jual dan menantang dibandingkan Air Terjun lembah Anai. Tapi sayang mungkin kurangnya promosi yang dilakukan sehingga sampuran ini kurang terekspos sehingga jadi barang langka.

Kepedulian para pengambil keputusan di Sumatera Utara, khususnya di Kabupaten Serdang Bedagai untuk mengeksplor tempat-tempat wisata sebenarnya sudah lumayan baik dan sangat disadari bahwa sektor Pariwisata akan dapat meningkatkan PAD, tapi kok masih ada tempat wisata yang terbengkalai seperti Sampuran Widuri ini. Sepertinya keseriusan itu masih seperti menari poco-poco maju mundur gak jauh melangkah. Mungkin takut kalau-kalau dana besar yang akan dikeluarkan untuk usaha pengembangan suatu objek wisata akan gagal. Sebenarya kalau mau mengembangkan suatu objek wisata seperti Sampuran Widuri tidak perlu harus mengeluarkan dana yang besar, karena objek wisata seperti ini harus dikembangkan dengan konsep Ekowisata yaitu mengembangkan suatu objek wisata dengan melibatkan masyarakat setempat (Community Based Tourism). Pembangunan Shelter bisa menggunakan bahan

 

tempatan seperti bambu dan kayu-kayu kecil atau kayu kelapa yang sudah tua dengan beratapkan ijuk atau atap rumbiah dan memanfaatkan pekerja lokal. Demikian juga dalam membangun tempat duduk-duduk. Konsep ini akan terasa lebih alami dan diyakini akan bisa mengundang minat orang kota untuk berkunjung dan bisa saja akan menarik wisatawan asing. Karena umumnya bangunan di kota apalagi di negara luar sudah menggunakan semen, keramik, besi dan bahan-bahan tidak ramah lingkungan lainnya. Sehingga kalau bahan-bahan tersebut tetap kita gunakan untuk membangun suatu objek wisata alam dirasa kuranglah serasi.

 
Trekker sedang di lereng Gua

Hal ini dapat kita lihat pada Sampuran Widuri, dimana tempat duduk yang disediakan sudah menggunakan keramik sehingga kesan ekowisata sudah tidak terlihat lagi. Apalagi keramik udah berlumut, maka lengkaplah ketidak harmonisannya dengan alam. Ditambah lagi tidak adanya MCK dan tempat pembuangan sampah pada objek ini membuat sampah plastik bak bunga yang sedang mekar berwarna warni menghiasi tanah dan rumput. Penulis juga heran untuk apa retribusi dikutip kalau tidak ada seorang pun bertugas kebersihan dan membuat MCK sederhana atau setidak-tidaknya ada tulisan “Dilarang Membuang Sampah” Sehingga konsep Back to Nature dapat benar-benar diaplikasikan pada objek ekowisata ini.

 
Tangga Menuju Sampuran Widuri

Sampuran Widuri adalah sebuah tempat yang sangat menyenangkan, lokasi ini dengan mudah dapat terjangkau. Bagi yang ingin sedikit berolah raga dan membakar lemak tubuh inilah tempat yang sangat ideal. Satu-satunya jalan untuk menuju air terjun adalah dengan menuruni 135 anak tangga. Anak tangga sudah terbuat dari batu dan semen sehingga pengunjung dapat merasa aman turun dan naiknya. Pada anak tangga ke 50 pemandangan spektakuler dapat dinikmati yaitu air terjun Sampuran Widuri seutuhnya dapat kita intip melalui celah-celah pepohonan dan inilah spot paling indah untuk melihat air terjun. Pada tangga ke 100 pengunjung mulai terhembus butiran air bak embun menyiram. Percikan air sepoi-sepoi mulai membasahi pengunjung. Makin dekat ke lokasi, pengambilan foto mulai terganggu dengan bertambah derasnya air menermpa. Kenikmatan alami seperti ini tidak akan didapat di perkotaan. Pengunjung dapat mandi sepuasnya pada aliran sungai yang sedikit dangkal, memang airnya seperti kebanyakan sungai-sungai ditempat lain tidaklah terlalu jernih. Tetapi kesejukan terpaan air terjun dapat merobah suasana menjadi lebih nikmat. Monyet-monyet liar yang melompat dari satu dahan ke dahan lain untuk mendapatkan buah kesayangan mereka adalah pemandangan yang cukup unik, karena terkadang ada monyet yang usil duduk termenung di atas pohon melihat pengunjung yang sedang mandi, ada pula yang seolah mencibir tak suka dikunjungi karena mereka merasa terusik dengan datangnya manusia ke habitat mereka.

 
Pohon Tua Di Sampuran Widur

Kegiatan yang dapat dilakukan:

Perkemahan sangat ideal dapat dilakukan di tempat ini karena dekat dengan air sehingga mempermudah para pekemah untuk melakukan kegiatan. Kegiatan Outbound seperti flaying fox melewati sungai dan kegiatan panjat tebing bisa dilakukan ditempat ini dan bisa dijadikan pusat outbound di Kabupaten Serdang Bedagai. Demikian juga para keluarga yang ingin melakukan piknik di Sampuran Widuri adalah tempat yang sangat sesuai walaupun harus menuruni anak tangga yang demikian banyak. Bagi peminat fotografi, dapat memadukan antara perkebunan, air terjun dan sungai, juga sedikit suasana hutan sekunder.

Serdang Bedagai bukan hanya memiliki Pantai tapi juga Bukit, Air terjun yang indah dan Hutan. Maka mari kita ekspose tempat-tempat wisata lain demi meningkatkan kesadaran berwisata.

 

Categories: Wisata Sumut | Tags: , , , , | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: