Pulau Berhala, Sumatera Utara

Agak malu saya memposting ini karena saya asli anak sergei tapi tak pernah kesini, miris banget liatnyaa..
Sanking pengennya jadi cari info-info dulu, mana tau mau bareng saya ke pulau berhalanya… hehe😀

okedeh tanpa babibuuu lagi ni dia infonya…🙂

Tahun 2013 ini kegiatan saya pindah ke kota Medan, kota multicultural ini sangat menarik dari mulai people, culture, sampai kulinernya. Satu hal yang mungkin hilang dari kebiasaan saya sewaktu bertugas di Nias adalah saya akan kehilangan suasana pantai ketika berada di Medan. Baru sebulan berada di Medan kerinduan saya dengan pantai mulai memuncak ke ubun-ubun, sampai teman – teman dari Pinouva memberikan saya informasi menarik mengenai pulau eksotik yang berada tidak jauh dari kota Medan. Ya, anak Medan perlu berbangga punya Pulau Berhala, pulau yang berada di Kabupaten Serdang Bedagai itu kini mulai dilirik banyak anak muda sebagai tujuan wisata, khususnya mereka yang gemar kegiatan alam bebas. Pulau seluas 2,5 hektar, masih alami, berbukit rimbun, kaya flora dan fauna, dihiasi batu-batu cadas dan hamparan pantai pasir putih yang eksotik. Saya mengunjungi pulau Berhala bersama teman-teman Pinouva yang mengurusi transportasi berikut akomodasi selama di sana.

Perjalanan ke Pulau Berhala dimulai dari Medan menggunakan transportasi darat menuju Tanjung Beringin, Serdang bedagai, SUMUT dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Dari Pelabuhan Tanjung Beringin, kita menyewa perahu boat nelayan setempat yang biasa digunakan untuk menangkap ikan. Butuh sekitar tiga jam perjalanan laut menembus perairan Selat Malaka untuk tiba ke Pulau Berhala. Setelah tiga jam perjalanan di atas perahu wajah saya mulai sumringah melihat mahligai indah pulau Berhala ditengah birunya Selat Malaka. Pulau berhala ini ternyata tidak dihuni penduduk sipil, sebagai bagian dari Pulau terluar Indonesia yang berbatasan dengan Negara tetangga Malaysia pulau ini ditempati marinir dan personil TNI Angkatan Darat, mereka berada di sana menjalankan tugas negara menjaga pulau tersebut. Tidak ada hotel atau penginapan komersil disana, sebagai pengunjung kita menempati mes marinir atau mendirikan tenda.


Pantai Pulau Berhala sebagai pulau terluar yang masih alami merupakan habitat berbagai spesies laut, termasuk tempat penyu bertelur. Dinas perikanan bekerja sama dengan marinir yang mengelola dan menjaga pulau ini membuat penangkaran tukik (baby turtle) untuk menjaga kestabilan ekosistem biota laut yang sudah hampir punah ini. Pagi hari, pengunjung beruntung dapat melihat pelepasan tukik (baby turtle) kembali ke laut setelah dipelihara selama dua minggu.


Kesenangan yang paling ditunggu-tunggu pengunjung adalah snorkeling dipagi hari. Berenang di jernihnya pantai dengan melihat karang dan ikan-ikan berwarna-warni. Sebagai pulau terluar, Pulau Berhala juga memiliki menara mercusuar yang dibangun oleh pemerintah untuk mengawasi wilayah perbatasan Indonesia. Untuk mencapai menara mercusuar ini kita harus melewati 800 anak tangga. Kelelahan anda menuju puncak mercusuar akan terbalas dengan pemandangan laut sekitar pulau berhala dari ketinggian dihiasi dengan dua pemandangan pulau kecil di tengah-tengah lautan. Dua pulau kecil ini bernama sokong nenek dan sokong datuk.

post diambil dari blog : http://gifarigraphy.blogspot.com/2013/09/pulau-berhala-sumatera-utara.html

Categories: Wisata Sumut | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: