Eksotisme Goa dan Sumber Air Panas Alam di Desa Penen, Deli Serdang

Desa Penen, Kecamatan Penen, masuk dalam wilayah administratif Kabupaten Deliserdang. Desa yang mayoritas dihuni suku Karo ini terletak sekitar 65 km ke arah selatan Kota Medan. Dari Kota Medan, Desa Penen dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dengan kendaraan pribadi, atau sekitar dua jam dengan angkutan umum. Jalannya cukup mulus dengan panorama sawah dan hutan di kiri dan kanan. Sekitar 30 menit sebelum sampai ke Desa Penen pastikan singgah ke Desa Sarilaba Jahe ada objek wisata pemandian sungai alam Sibiru-biru.
Sungai Biru-biru
Kehidupan yang damai dan serba tenang adalah daya tarik pemukiman penduduk Desa Penen yang bisa menjadi alternatif wisata dari jenuhnya kota Medan. Lokasinya yang terbentang di lereng Bukit Barisan membuat Desa Penen memiliki kekayaan geologi yang ajaib. Sejarah vulkanik dan peristiwa bumi lainnya menyebabkan desa ini dikaruniai sumber air panas dan gua-gua tua. Ada beberapa gua yang sudah dikenal baik oleh masyarakat, antara lain Gua Siayaken, Gua Rampah, Gua Lobar, Gua Erci, Gua Raminan, Gua Terusan dan Gua Pelangkah.
Desa Penen
Desa Penen
Keseluruhan gua ini saling berdekatan, hampir semuanya berada pada areal pertanian penduduk yang ditanami karet, coklat dan tanaman palawija. Gua-gua di Penen memiliki lorong yang tidak begitu panjang dan sempit. Apabila diamati, masing-masing gua memiliki karakteristik tersendiri. Pada Gua Siayaken, kita dapat menemukan sebuah sumber air panas yang mengalir di lantai gua dan meresap kembali ke dalam tanah, guide yang membawa saya (Ibu Salam Dina Sembiring) mengatakan konon kolam air panas ini adalah tempat pemandian putri raja yang berkhasiat untuk membuat awet muda, hehehe karena tidak ada ruginya maka saya pun mencoba membasuh muka. Pada Gua Raminan, terdapat sebuah ruangan yang cukup besar dengan uap panas berbau belerang di dalamnya. Adapun Gua Erci, khas dengan sarang kelelawar. Jumlah kelelawar di sini jauh lebih banyak dibanding gua-gua lain. Hal itu ditandai dengan banyaknya guano (kotoran kelelawar) pada bagian lantai. Bagi masyarakat, gua ini memiliki peran penting. Secara ekologis, kelelawar berperan dalam proses penyerbukan tanaman seperti durian dan manggis. Selain itu kotorannya dimanfaatkan masyarakat sebagai pupuk.
Goa Siayak-ayaken
Kolam air panas di dalam Goa Siayak-ayaken
Keluar dari gua, masih ada satu keistimewaan lagi di Desa ini yaitu sumber air panas alam. Di desa Penen terdapat beberapa sumber air panas yang sampai sejauh ini belum terkelola dengan baik. Kolam air panas yang disediakan juga seadanya dan dengan sekadar pancuran air panas dari batang bambu. Tetapi air panas ini benar-benar alami, suhunya bisa mencapai 60 derajat celcius dengan kandungan belerang yang tinggi air panas ini dipercaya dapat berkhasiat untuk penyembuhan penyakit dan membuat badan kembali dalam kondisi segar.
Sumber air panas alam Desa Penen
Sumber air panas alam Desa Penen
Sumber air panas alam Desa Penen
Selain kekayaan alamnya yang indah masyarakat Desa Penen juga memiliki kekayaan kearifan tradisional khususnya dalam bidang pembuatan obat-obat tradisional yang diolah dari bahan alami yaitu tumbuh-tumbuhan yang hidup disekitar hutan. Obat-obatan yang dihasilkan dari mulai obat kulit, mata, patah tulang dan sebagainya. Kehidupan yang selaras dengan alam ini yang merupakan daya tarik luar biasa dari Desa kecil di lereng bukit barisan ini.
Bahan alami obat tradisional
Obat tradisional Desa Penen yang sudah diramu
Categories: Wisata Sumut | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: